1:04 am - Tuesday February 19, 2019

Emrizal: Kita Akan Evaluasi Total

244 Viewed admin 0 respond

MESKI seluruh atlet dan ofisial telah berjuang keras di lapangan, namun banyak cabang olahraga andalan Riau yang awalnya diprediksi meraih emas, akhirnya gagal dan hanya mendapatkan perak dan perunggu. Hingga hari Jumat (23/9/2016), Riau masih di posisi ketujuh dengan 8 emas, 19 perak dan 11 perunggu pada PON XIX 2016 Jabar. 19 perak inilah yang sebenarnya separuhnya diprediksi dapat emas.

Kendati berhasil menambah medali emas dari menembak dan senam pada Kamis, plus bisa memperbaiki peringkat klasmen, posisi Riau masih rawan tergusur. Apalagi, jarak perolehan medali emas Riau dengan kontingen lain di bawahnya hanya berselisih satu medali emas saja, sehingga target finis di peringkat 10 besar masih dalam ancaman.

Ketua Kontingen Riau yang juga Ketua Umum KONI Riau, H Emrizal Pakis mengaku masih optimis Riau bisa menambah perolehan medali hingga hari terakhir pertandingan.

Namun, ia tidak dapat menutupi kekecewaan terhadap hasil pertandingan beberapa cabang olahraga yang gagal memenuhi target yang sudah ditetapkan. Baik target oleh cabor masing-masing ataupun target KONI.

“Ya, memang kita ada yang ditargetkan meraih medali emas banyak malah gagal dan ada yang tidak ditargetkan tinggi justru berhasil. Tetapi kita tetap menghargai semua hasil mereka ini,”ujarnya mengawali pembicaraan.

Menurutnya, seperti dilansir Halloriau.com, beberapa cabor yang dianggap “gagal” menuhi ekspektasi tinggi antara lain pencak silat, angkat besi, sepaktakraw, dayung, dan atletik. Cabor-cabor ini kata Emrizal, memang diharapkan menjadi tumpuan Riau meraih medali PON XIX ini.

“Ada beberapa yang gagal dalam artian tidak memenuhi target jumlah medali. Seperti angkat besi kita harapkan emas tapi hanya mampu perak. Begitu juga dayung,” jelasnya.

Hanya saja, Emrizal  tidak sepenuhnya menyalahkan kegagalan itu kepada atlet ataupun pengprov. Ia menyebut banyak faktor yang menjadi halangan Riau meraih masih tertinggi.

Kinerja perangkat pertandingan di beberapa cabor juga ikut berperan menghilangkan kesempatan Riau meraih medali terbaik. Seperti berkuda yang hingga hari ini tidak jelas kondisinya.

“Seperti pencak silat misalnya, atletnya sudah sampai main di SEA Games, tapi di PON malah tumbang. Begitu juga Hernius, atlet aletik yang  setiap kejuaraan nasional ataupun pra PON selalu emas, tapi pertandingan  gagal di penyisihan. Ada juga atlet yang sakit sebelum bertanding. Ini jelas saya tidak puas,” cetusnya.

Menurutnya, selain itu, kegagalan beberapa atlet dalam pertandingan tersebut disebabkan ketidaksiapan atlet dan mental yang belum siap menghadapi tekanan psikologis.

“Cedera dan ada atlet yang sakit juga jadi salah satu faktor kita gagal meraih medali. Seperti atlet tinju Ingatan Ilahi, tak bisa bertanding karena sakit akibat kelelahan. Begitu juga Maharani di angkat besi, harus berpuasa mengurangi berat badan karena over weigh, ini yang kita wanti-wanti sejak jauh hari, tapi justru kejadian sekarang,” tandasnya.

Sebab itu, ke depan Emrizal akan mengevaluasi total dan menekankan pentingnya menyiapkan mental tangguh para atlet dan ketahanan fisik atlet menghadapi tekanan disetiap pertandingan.

“Mental dan ketahanan fisik ini menjadi catatan penting kita di PON kali ini. Jangan sampai ada lagi kedepannya itu atlet sakit sebelum bertanding, over weigh,” pungkas Emrizal.*** 

Filed in

Setelah Diprotes, Emas Akhirnya Didapat dari Senam

Tim Hukum KONI Riau  Ungkap Kecurangan Hasil PON

Related posts