1:15 am - Tuesday February 19, 2019

Setelah Diprotes, Emas Akhirnya Didapat dari Senam

234 Viewed admin 0 respond

Kontingen Riau terus menambah perbendaharaan medalinya di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 di Jabar. Setelah cabor menembak menambah emas dan perak, Kamis (22/9/2016)  malam giliran cabor senam menyumbang 1 emas, 2 perak, dan 1 perunggu. Emas ini didapat setelah tim Riau melakukan protes keras.

Medali emas Riau diraih Afrizal di nomor alat perorangan gelang-gelang putra. Di nomor  ini, medali emas diraih Riau bersama dengan Jawa Timur, setelah Dwi Samsul Arifin (Jatim) dan Afrizal (Riau) membukukan nilai sama.

Dengan adanya medali emas bersama, perangkat pertandingan akhirnya meniadakan medali perak. Agus Adi Prayoko, atlet Jawa Timur yang meraih nilai terbaik ketiga harus puas mendapatkan medali perunggu.

Sedangkan sumbangan dua medali perak Riau disabet masing-masing oleh M Afrizal, Agung Suci Tantio Akbar di nomor alat perorangan kuda pelana. Medali perunggu Riau sendiri disumbangkan Doni Pratama.

Pelatih Senam Riau, Markos usai pertandingan menyambut suka cita raihan medali anak asuhnya. Pasalnya, dalam pelaksanaan pertandingan, kinerja perangkat pertandingan cukup menjadi sorotan. Bahkan, beberapa daerah sempat menyampaikan protes atas keputusan wasit.

Sebelumnya, panitia pertandingan menetapkan pesenam Jatim, Dwi Syamsul Arifin sebagai pemenang. Merasa dicurangi, tim Riau akhirnya melakukan protes. Setelah sekian lama proses protes dilakukan, panitia akhirnya menetapkan juara bersama alias emas bersama.

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa meraih satu emas dan dua perak serta satu perunggu. Sebelumnya kita juga sudah menyabet dua perak, sehingga total kita sudah mengumpulkan satu emas, empat perak dan satu perunggu,” ungkapnya.

Markos berharap, ke depan kerja panitia harus benar-benar maksimal dan tidak memihak salah satu tim secara subjektif.***

Filed in

Pecundangi Anang, Totok Sabet Emas Pertama Menembak

Emrizal: Kita Akan Evaluasi Total

Related posts